Selasa, 09 Februari 2016

Menganalaisis Masalah Sosial Dan Cara Mengatasi Di Lingkungan RW


MAKALAH KESENJANGAN SOSIAL





Disusun Oleh :
Nama                    : Rofiaji Kurniawan
Kelas                     : 1IA21
NPM                     : 56415234
Dosen Pengampu : Edi Fakhri


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
2016






Daftar Isi



Kata Pengantar...................................................................................................... i

Daftar Isi.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan............................................................................................ 3

1.4 Manfaat Penulisan.......................................................................................... 3

BAB II LATAR BELAKANG

2.1 Pengertian Masalah Sosial……………......…................................................4

2.2 Pembahasan...............................................................................................4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.....................................................................................................5

3.2 Saran...............................................................................................................5

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit jumlahnya. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan beragam suku dan budayanya. Jumlah penduduk yang banyak ini tentunya menimbulkan banyak masalah, antara lain kemiskinan, masalah pendidikan, dan lain-lain.

            Hal-hal simpel yang seperti itulah, yang memicu timbulnya kesenjangan sosial di dalam kehidupan masyarakat. Biasanya orang-orang yang berada di kalangan atas lah yang membuat jarak dengan sesama. Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah terlihat, apalagi antara rakyat dengan pejabatnya. Kesenjangan sosial memuncak saat pemerintahan Presiden Soeharto karena TNI yang menguasai pemerintahan. Keadaan rakyat kecil semakin tertindas dan tidak ada keadilan dalam hal ini. Padahal dalam pembukaan dan isi Undang-undang Dasar 1945 telah dikatakan bahwa kita harus berlaku adil terhadap seluruh rakyat Indonesia. Kesenjangan ini dipicu oleh adanya kemiskinan yang merajalela dan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah tidak boleh menyepelekan masalah yang kompleks seperti ini. Kinerja pemerintah yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Dan dengan bantuan rakyat bersama-sama memberantas kemiskinan untuk mencapai kesejahteraan sosial.

Identifikasi Masalah  
        Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Apa yang memicu perilaku manusia seperti itu sehingga timbul kesenjangan sosial?
2. Bagaimana mengatasi kesenjangan sosial di dalam masyarakat?

Perumusan Masalah
             Masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah:
            "Faktor apa saja yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan bagaimana menanggulanginya?"

BAB II
PEMBAHASAN
Menganalaisis Masalah Sosial Dan Cara Mengatasi Di Lingkungan RW
Saya menganalisis : Mengenai ketua RW, dimana seharusnya dia sebagai ketua RW dapat mengayomi warganya dan ikut berpartisipasi dalam segala kegiatan yang ada di lingkungan RW dan  jangan hanya memerintahkan bawahannya saja, sementara dia sendiri tidak ikut terjun ke warganya dan tidak peka pada keadaan warga yang mana perlu bantuan darinya.
Cara mengatasi : Menurut saya yaitu dia lengser dari jabatannya, mengapa saya berkata seperti itu karena buktinya sudah jelas terlihat. Seharusnya dia bergerak untuk mengatasi kekurangan yang belum ada di lingkungan kami. Bukan hanya duduk manis saja seperti itu. Untuk kemewahan yang dia miliki, seharusnya jangan terlalu di tunjukkan bahwasannya disekeliling dia masih ada yang dibawahnya. Sungguh ironi kepemimpinan di negeri ini, mengapa harus terjadi kesenjangan yang sangat sangat-tampak pada mata kita. Jadi kita dapat menilai bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Cara yang lain, kita sebagai masyarakat harus lebih selektif memilih pemimpin yang benar-benar bisa dikatakan sebagai pemimpin bukan hanya janji yang diucap oleh mulut saja.











BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

            Kesenjangan sosial terjadi akibat banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di Indonesia. Banyaknya kemiskinan inilah yang menjadi tombak bagaimana kesenjangan sosial bisa terjadi. Pemberantasan kemiskinan, memaksimalkan pendidikan, dan membuka lapangan kerja adalah beberapa solusi memberantas kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, kita juga harus meminimalisasikan KKN dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahteraan rakyat.

Saran

            Dengan banyaknya permasalah yang terjadi akibat kesenjangan sosial seperti kriminalitas, maka pemerintah benar-benar diharapkan ikut andil dalam masalah ini. Pemerintah harus menegakkan hukum yang berlaku dan memberantas Kesenjangan Sosial agar tercipta Negara yang satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Makalah kesenjangan sosial


MAKALAH KESENJANGAN SOSIAL





Disusun Oleh :
Nama                    : Rofiaji Kurniawan
Kelas                     : 1IA21
NPM                     : 56415234
Dosen Pengampu : Edi Fakhri


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
2016





Daftar Isi



Kata Pengantar...................................................................................................... i

Daftar Isi.............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang............................................................................................... 3

1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................... 3

1.3 Tujuan Penulisan............................................................................................ 3
1.4 Manfaat Penulisan.......................................................................................... 4

BAB II LATAR BELAKANG

2.1 Pengertian Masalah Sosial……………......…................................................4

2.2 Pembahasan...............................................................................................4

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan.....................................................................................................5

3.2 Saran...............................................................................................................5










BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit jumlahnya. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan beragam suku dan budayanya. Jumlah penduduk yang banyak ini tentunya menimbulkan banyak masalah, antara lain kemiskinan, masalah pendidikan, dan lain-lain.

            Hal-hal simpel yang seperti itulah, yang memicu timbulnya kesenjangan sosial di dalam kehidupan masyarakat. Biasanya orang-orang yang berada di kalangan atas lah yang membuat jarak dengan sesama. Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah terlihat, apalagi antara rakyat dengan pejabatnya. Kesenjangan sosial memuncak saat pemerintahan Presiden Soeharto karena TNI yang menguasai pemerintahan. Keadaan rakyat kecil semakin tertindas dan tidak ada keadilan dalam hal ini. Padahal dalam pembukaan dan isi Undang-undang Dasar 1945 telah dikatakan bahwa kita harus berlaku adil terhadap seluruh rakyat Indonesia. Kesenjangan ini dipicu oleh adanya kemiskinan yang merajalela dan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah tidak boleh menyepelekan masalah yang kompleks seperti ini. Kinerja pemerintah yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Dan dengan bantuan rakyat bersama-sama memberantas kemiskinan untuk mencapai kesejahteraan sosial.

Identifikasi Masalah  
        Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Apa yang memicu perilaku manusia seperti itu sehingga timbul kesenjangan sosial?
2. Bagaimana mengatasi kesenjangan sosial di dalam masyarakat?

Perumusan Masalah
             Masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah:
            "Faktor apa saja yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan bagaimana menanggulanginya?"

BAB II
PEMBAHASAN
Masalah Kesenjangan Sosial Di Lingkungan RW
Kesenjangan Sosial di Lingkungan saya, beralamat di Teratai Gria Asri Blok E2/4 Legok Tangerang Banten 15820. Menurut saya ada beberapa warga terlalu tidak peduli dengan lingkungan sekelilingnya bahwasanya seperti adanya mobilitas sosial yang sangat berbeda jauh dari warga biasa misalya mempunyai rumah yang mewah, mempuyai kendaraan lebih dari satu. Lebih parahnya lagi mereka ingin selalu di hormati. mereka merasa lebih terhormat dari warga yang lain, karna kehidupan nya lebih mewah. seperti salah satunya, ingin selalu di hormati, ingin selalu di segani, merasa dibutuhkan oleh warga di sekitarnya, dan merasa sebagai orang yang lebih terpandang dibandingkan warga biasa. Semua itu tidak terlepas dari Rezeki yang tuhan kasih untuk mereka. Tapi, mereka tidak menyadarinya. Itu semua dapat berpengaruh kepada anak dan keturunannya nanti. Misalnya, anaknya menjadi sombong, memamerkan barang barang yang orang tuanya bisa diberikan kepada teman teman yang orang tuanya kurang mampu untuk membeli barang-barang dengan harga yang tinggi. mereka yang menjabat sebagai ketua RT RW atau lurah ataupun masyarakat biasa yang berpenghasilan lebih tinggi, semestinya bisa membantu warga atau tetangga disekitarnya yang membutuhkan bantuannya. Baik berupa uang, moril, ataupun materi ataupun yang bisa mengayomi dan melindungi masyarakatnya, karena kita sebagai warga seharusnya dapat saling membantu satu sama lain dalam kebaikan.








BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

            Kesenjangan sosial terjadi akibat banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di Indonesia. Banyaknya kemiskinan inilah yang menjadi tombak bagaimana kesenjangan sosial bisa terjadi. Pemberantasan kemiskinan, memaksimalkan pendidikan, dan membuka lapangan kerja adalah beberapa solusi memberantas kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, kita juga harus meminimalisasikan KKN dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahteraan rakyat.

Saran

            Dengan banyaknya permasalah yang terjadi akibat kesenjangan sosial seperti kriminalitas, maka pemerintah benar-benar diharapkan ikut andil dalam masalah ini. Pemerintah harus menegakkan hukum yang berlaku dan memberantas Kesenjangan Sosial agar tercipta Negara yang satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Senin, 01 Februari 2016

KESENJANGAN MASALAH SOSIAL


MAKALAH KESENJANGAN SOSIAL


 Disusun Oleh :
Nama                    : Rofiaji Kurniawan
Kelas                     : 1IA21
NPM                     : 56415234
Dosen Pengampu : Edi Fakhri



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA
2016




                                                              BAB I
                                                     PENDAHULUAN

Latar Belakang

          Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit jumlahnya. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan beragam suku dan budayanya. Jumlah penduduk yang banyak ini tentunya menimbulkan banyak masalah, antara lain kemiskinan, masalah pendidikan, dan lain-lain.

            Hal-hal simpel yang seperti itulah, yang memicu timbulnya kesenjangan sosial di dalam kehidupan masyarakat. Biasanya orang-orang yang berada di kalangan atas lah yang membuat jarak dengan sesama. Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah terlihat, apalagi antara rakyat dengan pejabatnya. Kesenjangan sosial memuncak saat pemerintahan Presiden Soeharto karena TNI yang menguasai pemerintahan. Keadaan rakyat kecil semakin tertindas dan tidak ada keadilan dalam hal ini. Padahal dalam pembukaan dan isi Undang-undang Dasar 1945 telah dikatakan bahwa kita harus berlaku adil terhadap seluruh rakyat Indonesia. Kesenjangan ini dipicu oleh adanya kemiskinan yang merajalela dan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah tidak boleh menyepelekan masalah yang kompleks seperti ini. Kinerja pemerintah yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Dan dengan bantuan rakyat bersama-sama memberantas kemiskinan untuk mencapai kesejahteraan sosial.

Identifikasi Masalah  
        Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Apa yang memicu perilaku manusia seperti itu sehingga timbul kesenjangan sosial?
2. Bagaimana mengatasi kesenjangan sosial di dalam masyarakat?

Perumusan Masalah
             Masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah:
            "Faktor apa saja yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan bagaimana menanggulanginya?"

BAB II
PEMBAHASAN

Masalah Kesenjangan Sosial Di Lingkungan RW

Kesenjangan Sosial di Lingkungan saya, beralamat di Teratai Gria Asri Blok E2/4 Legok Tangerang Banten 15820. Menurut saya ada beberapa warga terlalu tidak peduli dengan lingkungan sekelilingnya bahwasanya seperti adanya mobilitas sosial yang sangat berbeda jauh dari warga biasa misalya mempunyai rumah yang mewah, mempuyai kendaraan lebih dari satu. Lebih parahnya lagi mereka ingin selalu di hormati. mereka merasa lebih terhormat dari warga yang lain, karna kehidupan nya lebih mewah. seperti salah satunya, ingin selalu di hormati, ingin selalu di segani, merasa dibutuhkan oleh warga di sekitarnya, dan merasa sebagai orang yang lebih terpandang dibandingkan warga biasa. Semua itu tidak terlepas dari Rezeki yang tuhan kasih untuk mereka. Tapi, mereka tidak menyadarinya. Itu semua dapat berpengaruh kepada anak dan keturunannya nanti. Misalnya, anaknya menjadi sombong, memamerkan barang barang yang orang tuanya bisa diberikan kepada teman teman yang orang tuanya kurang mampu untuk membeli barang-barang dengan harga yang tinggi. mereka yang menjabat sebagai ketua RT RW atau lurah ataupun masyarakat biasa yang berpenghasilan lebih tinggi, semestinya bisa membantu warga atau tetangga disekitarnya yang membutuhkan bantuannya. Baik berupa uang, moril, ataupun materi ataupun yang bisa mengayomi dan melindungi masyarakatnya, karena kita sebagai warga seharusnya dapat saling membantu satu sama lain dalam kebaikan.


BAB III
PEMBAHASAN

Menganalaisis Masalah Sosial Dan Cara Mengatasi Di Lingkungan RW

Saya menganalisis : Mengenai ketua RW, dimana seharusnya dia sebagai ketua RW dapat mengayomi warganya dan ikut berpartisipasi dalam segala kegiatan yang ada di lingkungan RW dan  jangan hanya memerintahkan bawahannya saja, sementara dia sendiri tidak ikut terjun ke warganya dan tidak peka pada keadaan warga yang mana perlu bantuan darinya.

Cara mengatasi : Menurut saya yaitu dia lengser dari jabatannya, mengapa saya berkata seperti itu karena buktinya sudah jelas terlihat. Seharusnya dia bergerak untuk mengatasi kekurangan yang belum ada di lingkungan kami. Bukan hanya duduk manis saja seperti itu. Untuk kemewahan yang dia miliki, seharusnya jangan terlalu di tunjukkan bahwasannya disekeliling dia masih ada yang dibawahnya. Sungguh ironi kepemimpinan di negeri ini, mengapa harus terjadi kesenjangan yang sangat sangat-tampak pada mata kita. Jadi kita dapat menilai bahwa yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Cara yang lain, kita sebagai masyarakat harus lebih selektif memilih pemimpin yang benar-benar bisa dikatakan sebagai pemimpin bukan hanya janji yang diucap oleh mulut saja.

  
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

            Kesenjangan sosial terjadi akibat banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di Indonesia. Banyaknya kemiskinan inilah yang menjadi tombak bagaimana kesenjangan sosial bisa terjadi. Pemberantasan kemiskinan, memaksimalkan pendidikan, dan membuka lapangan kerja adalah beberapa solusi memberantas kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, kita juga harus meminimalisasikan KKN dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahteraan rakyat.

Saran

            Dengan banyaknya permasalah yang terjadi akibat kesenjangan sosial seperti kriminalitas, maka pemerintah benar-benar diharapkan ikut andil dalam masalah ini. Pemerintah harus menegakkan hukum yang berlaku dan memberantas Kesenjangan Sosial agar tercipta Negara yang satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Jumat, 08 Januari 2016

Makalah tentang gelandang pengemis



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat, rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan tugas makalah mengenai Gelandangan dan Pengemis di Aksara.
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. Marlan hutahaean, Msi yang telah memberikan tugas ini sehingga kami dapat menambah pemahaman kami tentang Masalah publik khususnya Gepeng yang selalu menjadi akar masalah selama ini. Terima kasih pula kami ucapkan kepada teman-teman yang telah membantu kami dalam menyusun makalah ini.
Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari Bapak Dr. Marlan hutahaean, Msi. Banyak kendala yang kami alami dalam menyusun makalah ini. Namun, itu semua tidak menyurutkan niat kami untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami telah berupaya menyempurnakan makalah ini, namun seperti kata pepatah, “ Tak ada gading yang tak retak” maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Bapak Dr. Marlan hutahaean, Msi, teman-teman dan orang lain yang sudi meluangkan waktunya untuk menyimak isi dari makalah ini.
Sekali lagi, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Kami sangat berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






























BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sampai saat ini, Indonesia masih tergolong Negara yang sedang berkembang  dan belum mampu menyelesaikan masalah kemiskinan. Dari beberapa banyak masalah sosial yang ada sampai saat ini, gelandangan dan pengemis adalah masalah yang perlu di perhatikan lebih oleh pemerintah, karena saat ini masalah tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan kota-kota besar, khususnya di Kota Medan ini. Populasi Gelandangan, Pengemis dan Pemulung secara nasional terlihat naik turun menurut  Pusat data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial lima tahun terakhir tahun 2007 berjumlah 61.090 dan pada tahun 2011 berjumlah 194.908 ada kenaikan 17% penyebab banyaknya gelandangan dan pengemis di kota besar, bukan karena tidak adanya lapangan pekerjaan, tetapi juga dari faktor tidak adanya keinginan untuk berusaha dan ketidak memilikinya keterampilan, dan pada kenyataannya banyak kita lihat gelandangan yang justru masih mampu untuk berusaha. berusaha dalam arti apa saja yang penting bisa makan. Keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng) di perkotaan sangat meresahkan masyarakat, selain mengganggu aktifitas masyarakat di jalan raya, mereka juga merusak keindahan kota. Dan tidak sedikit kasus kriminal yang dilakukan oleh mereka, seperti mencopet bahkan mencuri dan lain-lain.
Oleh sebab itulah, apabila masalah gelandangan dan pengemis tidak segera mendapatkan penanganan, maka dampaknya akan merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat serta lingkungan sekitarnya.



B.    Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1.       Apa saja faktor yang menyebabkan munculnya gelandangan di kota Medan khususnya daerah Aksara ?


C.     Tujuan Penelitian
Sejalan dengan rumusan masalah di atas maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut :
1.     Agar mahasiswa mampu memahami faktor penyebab, dampak dan upaya penanggulangan dari masalah Gelandangan dan Pengemis.







BAB II
LANDASAN TEORI

Gepeng merupakan Orang-orang yang tidak mempunyai tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan. Gepeng juga bisa di sebut orang  miskin atau orang yang tidak mampu.

Banyak pemahaman tentang kemiskinan yang di kemukakan para ahli, salah satu pemahaman yang dimaksud dikemukakan Bank dunia (1990) dan Chambers (1987) (dalam Mikkelsen,2003:193) yang memandang kemiskinan sebagai :
“Suatu kemelaratan dan ketidakmampuan masyarakat yang diukur dalam satu standar hidup tertentu yang mengacu kepada konsep miskin relatif yang melakukan analisis perbandingan di negara-negara kaya maupun miskin. Sedangkan konsep absolut dari kemiskinan adanya wabah kelaparan, ketidakmampuan untuk membesarkan atau mendidik anak-anak lain”

Usman (2003 : 33) mengatakan bahwa
“kemiskinan adalah kondisi kehilangan (deprivation) terhadap sumber-sumber pemenuh kebutuhan dasar yang berupa pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta hidupnya serba kekurangan.”

Sedangkan pemahaman tentang masalah kemiskinan, menurut Sumodiningrat (1999 : 45) :
“Masalah kemiskinan pada dasarnya bukan saja berurusan dengan persoalan ekonomi semata, tetapi bersifat multidimensional yang dalam kenyataannya juga berurusan dengan persoalan-persoalan non-ekonomi (sosial, budaya, dan politik). Karena sifat multidimensionalnya tersebut, maka kemiskinan tidak hanya berurusan dengan kesejahteraan materi (material well-being), tetapi berurusan dengan kesejahteraan sosial (social well-being).”

Dari pandangan di atas diperoleh suatu konsep pemahaman bahwa kemiskinan pada hakekatnya merupakan kebutuhan manusia yang tidak terbatas hanya pada persoalan-persoalan ekonomi saja. Karena itu, program pemberdayaan masyarakat miskin sebaiknya tidak terfokus pada dimensi pendekatan ekonomi saja, tetapi juga memperhatikan dimensi pendekatan lain, yaitu pendekatan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya sosial. Menurut Supriatna (1997:90) :
“Kemiskinan merupakan kondisi yang serba terbatas dan terjadi bukan atas kehendak orang yang bersangkutan. Penduduk dikatakan miskin bila ditandai oleh rendahnya tingkat pendidikan, produktivitas kerja, pendapatan, kesehatan dan gizi serta kesejahteraan hidupnya, yang menunjukkan lingkaran ketidakberdayaan.”

Menurut Kartasasmita (1996:240-241), kondisi kemiskinan dapat disebabkan sekurang-kurangnya empat penyebab :
“Pertama, rendahnya taraf pendidikan. Taraf pendidikan yang rendah mengakibatkan kemampuan pengembangan diri terbatas dan menyebabkan sempitnya lapangan kerja yang dapat dimasuki. Dalam bersaing untuk mendapatkan lapangan kerja yang ada, taraf pendidikan menentukan. Taraf pendidikan yang rendah juga membatasi kemampuan untuk mencari dan memanfaatkan peluang.
Kedua, rendahnya derajat kesehatan. Taraf kesehatan dan gizi yang rendah menyebabkan rendahnya daya tahan fisik, daya pikir, dan prakarsa.
Ketiga, terbatasnya lapangan kerja. Keadaan kemiskinan karena kondisi pendidikan dan kesehatan diperberat oleh terbatasnya lapangan pekerjaan. Selama ada lapangan kerja atau kegiatan usaha, selama itu pula ada harapan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan itu.
Keempat, Kondisi keterisolasian. Banyak penduduk miskin, secara ekonomi tidak berdaya karena terpencil dan terisolasi. Mereka hidup terpencil sehingga sulit atau tidak dapat terjangkau oleh pelayanan pendidikan, kesehatan dan gerak kemajuan yang dinikmati masyarakat lainnya.”

Keempat penyebab tersebut menunjukkan adanya lingkaran kemiskinan. Rumah tangga miskin pada umumnya berpendidikan rendah dan terpusat di daerah pedesaan. Karena pendidikan rendah, maka produktivitasnya pun rendah sehingga imbalan yang diterima tidak cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum, antara lain kebutuhan pangan, sandang, kesehatan, perumahan, dan pendidikan, yang diperlukan untuk dapat hidup dan bekerja.








































BAB III
PEMBAHASAN

A.   Pengertian
Gelandangan dan Pengemis (GEPENG) adalah orang-orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, serta tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan yang tetap di wilayah tertentu dan hidup mengembara di tempat umum dan mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain.
Di lingkuangan aksara lebih tepatnya di lampu merah dekat Ramayana terdapat sekitar 14 orang Gepeng yang mempunyai latar belakang kehidupan yang berbeda.
Selain itu, dampak yang ditimbulkan oleh mereka sangat meresahkan masyarakat. Mulai dari tingkat kriminalitas yang tinggi, menyebabkan kemacetan di sekitar jalan raya dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Aksara menjadi tempat mereka melakukan kegiatannya karena merupakan tempat yang ramai dan memungkinkan untuk mendapat uang yang banyak melalui meminta-minta, mengamen dan lain-lain.

B.   Faktor Penyebab
faktor-faktor yang menjadi penyebabnya adanya pengemis di kota Medan khusunya Aksara sebagai berikut :
1.     Urbanisasi
 Dari 14 orang gelandangan yang berada di sekitar Aksara 10 orang diantaranya bukan merupakan penduduk asli kota medan. Mereka  merupakan orang-orang yang berasal dari luar daerah (kota medan) misalnya dari daerah Jawa, Riau dan lainnya. Kebanyakan dari mereka melakukan urabanisasi ke Medan untuk mencoba meningkatkan taraf hidup yang masih kurang di kampung. Ini sesuai dengan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja bahwa 90% gepeng di kota Medan berasal dari luar daerah
2. Rendahnya keterampilan
Rendahnya keterampilan merupakan faktor intrinsik yang sangat berpengaruh . Orang-orang yang datang ke kota Medan untuk merantau tanpa sebuah keahlian menjadikan peluang hidup seseorang tersebut sangat minim. Mereka datang ke Medan tanpa sebuah persiapan yang matang, mereka hanya bermodalkan semangat serta iming-iming mendapat pekerjaan yang lebih baik di Medan. Terbukti  dari  hasil survey yang kami lakukan di Aksara, gepeng yang berada di daerah itu tidak mempunyai skill atau ketrampilan tertentu yang dapat menunjang seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.
3. Pendidikan Rendah
Sekitar 95 % gepeng di aksara  sangat minim dunia pendidikan. Kebanyakan dari mereka hanya tamatan SD bahkan ada yang belum sekolah. Ini membuat sulit bersaing untuk hidup di daerang yang biaya hidupnya lumayan mahal seperti kota Medan ini.

4. Mempunyai kelemahan fisik atau penyakit.
Terdapat sekitar 3 orang di antara gepeng-gepeng di aksara yang menderita cacat fisik dan penyakit semacamnya. Sehingga mereka terbatas untuk melakukan pekerjaan. Faktanya, yang normal saja susah untuk bekerja, apalagi yang cacat. Terlebih mereka tidak mempunyai keluarga yang dapat mengurusi mereka dan memberi mereka kehidupan yang layak.
5. Lingkungan
Saat ini, ada beberapa orang anak yang menjadi gepeng dikarenakan terlahir dilingkungan gepeng. Artinya, Anak-anak yang terlahir dari orang tua yang sebagai gepeng, secara tidak langsung telah menambah jumlah gepeng dengan proses kelahiran. Ini menjadi faktor yang juga sangat memprihatinkan. Nantinya anak-anak tersebut akan kesulitan juga untuk mendapat pendidikan dan kehidupan yang layak.
Dari sekian faktor yang ada, ada 5 faktor yang menjadi penyebab adanya gelandangan di Aksara yaitu Urbanisasi, Keterampilan, Pendidikan, Kelemahan Fisik dan Lingkungan. Hal itu menjadi dasar yang membuat orang-orang tersebut terpaksa menjadi Gepeng.


C.   Dampak

1.     Masalah lingkungan (tata ruang).
mengangu ketertiban umum, ketenangan masyrakat dan kebersihan serta keindahan kota.

2.   Masalah kependudukan
tidak memiliki kartu identitas (KTP/KK) yang tercatat di kelurahan (RT/RW) setempat dan sebagian besar dari mereka hidup bersama sebagai suami istri tampa ikatan perkawinan yang sah.

3.   Masalah keamanan dan ketertiban
menimbulkan kerawanan social, mengganggu keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

4.     Masalah kriminalitas
kriminalitas yang di lakukan oleh para gelandangan dan pengemis di tempat keramaian mulai dari pencurian, kekerasan hingga pelecehan seksual sangat kerap terjadi.







D.   Upaya Penanggulangan
Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Sebelumnya pernah dilakukan penertiban kepada para Gepeng di Kota Medan termasuk lingkungan Aksara. Seperti Penertiban yang pernah dilakukan pada Tahun 2013, Dari hasil razia dan penertiban, anjal dan pengemis selama tahun 2013 sebanyak 151 orang dan langsung dibawa ke panti asuhan Pungi di Binjai karena Kota Medan belum memiliki panti asuhan untuk membina mereka yang kena jaring saat razia.
Selama di panti asuhan mereka mendapat pembinaan bahkan diajari berkarya agar bisa mandiri. Selain itu, terdapat anak-anak dibawah umur (18 tahun), mereka di beri beasiswa agar dapat meneruskan sekolah dan tidak kembali ke jalan.  Namun kenyataannya setelah keluar, mereka kembali lagi ke jalanan. Pasalnya tidak ada tempat menetap.
Hal ini membuat pemerintah kewalahan untuk mengurangi gepeng di kota medan yang diperkirakan berjumlah sekitar 500 orang. Namun dalam hal ini, pemerintah terus berusaha melakukan razia untuk menekan angka tersebut walaupun untuk memberantasnya masih sulit.
















BAB IV
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Gepeng adalah orang-orang yang hidup dalam keadaan tidak sesuai dengan norma kehidupan yang layak dalam masyarakat setempat, serta tidak mempunyai tempat tinggal dan pekerjaan mereka meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Salah satu area yang rawan gepeng adalah Lampu merah dekat Ramayana Aksara. Tempat itu mereka melakukan kegiatannya karena merupakan tempat yang ramai dan memungkinkan untuk mendapat uang yang banyak melalui meminta-minta, mengamen dan lain-lain. Dari sekian faktor yang ada, ada 5 faktor yang menjadi penyebab adanya gelandangan di Aksara yaitu Urbanisasi, Keterampilan, Pendidikan, Kelemahan Fisik dan Lingkungan. Hal itu menjadi dasar yang membuat orang-orang tersebut terpaksa menjadi Gepeng. Dampak yang ditimbulkan oleh mereka sangat meresahkan masyarakat, mulai dari masalah lingkungan, kependudukan, keamanan dan ketertiban serta kriminalitas.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Sebelumnya pernah dilakukan penertiban kepada para Gepeng di Kota Medan termasuk lingkungan Aksara. Namun kenyataannya setelah keluar, mereka kembali lagi ke jalanan. Pasalnya tidak ada tempat menetap ditambah tidak adanya panti asuhan unutk menampung mereka untuk dineri pengarahan dan ketrampilan di kota Medan sehingga membuat pemerintah kesulitan untuk menuntas Gepeng di kota Medan.
B.   Penutup
Sebaiknya pemerintah agar memperhatikan gelandangan dan pengemis dengan memberikan bimbingan bukan dengan penangkapan secara keras, karena bagaimana pun juga mereka adalah anak bangsa yang mempunyai hak untuk mendapatkan hidup layak serta pendidikan dan perhatian, karena kami yakin jika mereka di berikan kesempatan untuk mendapat pendidikan dan perekonomian yang baik tentunya kelak mereka dapat mengaharumkan nama Negara dan bangsa dan juga dapat mengurangi permasalahan sosial yangt erjadi di Indonesia saat ini. Kami juga menghimbau kepada keluarga agar dapat memberikan pola asuh yang baik,sehingga tidak mendorong anak-anak penerus bangsa terjerumus didalam kehidupan sosial yang menyimpang. Upaya penanggulangan akan lebih baik lagi jika pemerintah  menyediakan panti sosial  yang mempunyai program dalam bidang pelayanan rehabilitasi dan pemberian bimbingan keterampilan (workshop) bagi gelandangan dan pengemis sehingga mereka dapat mandiri dan tidak kembali menggelandang dan mengemis, dll.